//
you're reading...
Kuliner Nusantara

Pondok Lesehan “Laguna”

Asri. Begitu kesan yang terasa ketika masuk di wilayah restoran seafood ‘Laguna’. Restoran yang diresmikan oleh Walikota Pontianak, Sutarmidji, seluas 2200 meter persegi.

Lokasi restoran berada di Jalan Jenderal Urip No 20. Bangunan besar ini memilih konsep terbuka. Tiang-tiangnya terbuat dari kayu bulat dilapisi batu alam berwarna hitam berlilit tali tambang (goni) dengan atap dilapisi tikar bambu/rotan.

Bambu dan aneka jenis tanaman hias serta kolam mengelilingi bangunan berisi aneka macam ikan air tawar ditambah deburan air yang jatuh dari sejumlah air mancur membuat suasana semakin ‘hijau’ dan alami. Bagi yang membawa keluarga, restoran dengan ciri khas masakan seafood ini juga menyediakan arena bermain bagi anak-anak.

“Restoran ini memang kita konsep terbuka. Kita menginginkan konsumen bisa menikmati suasana yang kami sajikan yang lebih berbeda. Konsumen kami harapkan bisa merasakan lebih adem di lokasi restoran ini. Ini sebagai upaya mendukung serta menyukseskan tahun kunjungan Kalbar 2010 ini serta memberikan warna ’hijau’ sebagai upaya melestarikan bumi ini,” aku salah satu owner ’Laguna’, Windi yang tampak cerah dengan polesan kosmetik sederhana didampingi manajer, Novi.

Konsumen diberikan kebebasan menikmati suasana alami di restoran yang dipagari dengan batu alam ini. Di sisi kanan restoran terdapat pondok-pondok lesehan serta taman bermain bagi anak-anak. ”Kita ingin suasana yang berbeda. Kami ingin konsumen bisa lebih santai dan rileks. Suasana beda ini juga sehingga ini bisa menjadi lokasi rekreasi bagi keluarga sambil menikmati menu-menu spesial kami, yang ditanggung enak,” tambah Novi yakin.

Untuk menghadirkan menu dan rasa yang berbeda, sehat dan nyaman serta lezat dilidah, restoran ini memboyong sejumlah koki dari ibukota Jakarta. ”Untuk tenaga kerja lainnya semuanya dari Kalbar. Kita juga memberdayakan lulusan dari SMKN 5 Pontianak,” papar Novi.

Mengenai harga, Novi menjamin bersaing bahkan lebih murah. ”Bila pun harga makanannya sama, di tempat kami akan didapati rasa jauh berbeda. Ini juga sebagai upaya kami ikut menyukseskan wisata kuliner. Menu kita berbahan seafood seperti ikan, udang, kepiting serta hewan laut lainnya,” papar Novi.

Menu yang ditawarkan kepada konsumen beraneka ragam diantaranya sup tai chi, sup hisit, sapo hisit, angio heisim jamur hitam dan angsio abalon haison dikasih ulat laut dan heisim. ”Kita masuk di semua segmen umur, baik tua, muda, anak-anak maupun remaja. Dengan dihiasi lampu, pada malam hari restoran ini terkesan lebih romantis,” ucap Novi dengan tersenyum.

Windi mengakui usaha restoran di Kota Pontianak merupakan bisnis yang sangat menjanjikan mengingatkan setiap tahunnya pada event-event tertentu warga Kalbar yang berada di luar daerah akan pulang kampung dan mencari makanan yang berbeda. ”Seperti Imlek, Cap Go Meh, sembayang kubur, maupun hari-hari besar keagamaan lainnya.

Sumber : kalbar.us
Lihat juga :
Sushi tei
Tamani

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2010
M T W T F S S
    Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives

Twitter Updates

%d bloggers like this: