//
you're reading...
cafe & Resto

Berburu Seafood di Solo. Tak Sulit Loch….

Solo memang jauh dari laut. Namun soal ragam makanan khas lautnya, tak beda jauh dengan kawasan di pesisir. Maklumlah, meski bukan warga yang tinggal di daerah sekitar pantai, pencinta seafood di Solo tak sedikit.
Belakangan, fakta ini bahkan tampak mulai dilirik sebagai peluang bisnis oleh sebagian kalangan. Maka, restoran dan warung makan yang menyajikan masakan laut di Solo terus bertambah jumlahnya, bagaikan hewan bersel satu, amoeba yang tak lelah membelah diri.
“Pencinta seafood di Solo luar biasa jumlahnya, tapi sampai sekitar lima tahun silam, warung dan restoran yang menyediakan masakan seafood belum sebanyak sekarang. Dulu, beberapa rekan saya yang ‘gila’ seafood, malah sering nekad melancong ke Semarang hanya untuk makan seafood,” jelas Hong Bing dari rumah makan Seafood Solo Lobster di Jl RM Said 93 Solo.
Yang namanya seafood memang banyak ragamnya, mulai dari ikan laut, udang, kepiting, cumi, hingga kerang dan tiram. Tapi di antara pilihan makanan laut itu, udang dan kepiting menjadi primadona. Tak heran, apabila jenis pengolahan keduanya lebih variatif ketimbang makanan laut lainnya. Sebutlah sebagai contoh, udang galah bakar bumbu spesial, andalan Solo Lobster.
Masakan itu tak pernah kehilangan penggemar dan selalu jadi favorit. Hampir setiap hari selalu ada order untuk menghidangkan udang galah yang dibakar dengan bumbu spesial kaya rasa tersebut. Entah racikan apa yang digunakan untuk olesan udang galah bakar ini, yang jelas bumbunya memang punya cita rasa yang istimewa. Rasa asin dan manis berpadu dengan pedasnya irisan cabai yang menggigit. Bagi mereka yang lebih suka cita rasa manis, bisa juga mencoba udang galah atau kepiting bakar madu.
“Menu favorit lain olahan kepiting di Solo Lobster, ada kepiting ca lada hitam, kepiting rebus spesial dan kepiting masak sup spesial. Semuanya disajikan dalam bentuk kepiting yang masih utuh dalam cangkangnya, bukan hanya daging kepiting yang dimasukkan dalam kuah sup. Meski begitu, bumbunya tetap meresap hingga ke daging,” jelas Hong Bing lagi. Selama masa promo, harga menu kepiting super per porsi itu dia patok Rp 17.500 sedangkan udang galah Rp 19.000 per porsi.
Sajian kepiting yang tak kalah istimewa juga bisa ditemui di resto Raja Kepiting di Jl RM Said, tak jauh dari lokasi Solo Lobster. Seperti namanya, restoran seafood yang satu ini memang ahli dalam racikan aneka masakan kepiting. Lihat saja, salah satu menu uniknya yang menggoda untuk dicoba, kepiting rujak. Menu khas Raja Kepiting yang satu ini berupa kepiting goreng yang disajikan dengan potongan buah seperti bengkuang dan nanas lalu disiram sambal rujak.
Rasanya? Agak sulit digambarkan, kesegaran daging kepiting berbumbu duet dengan segarnya potongan buah. “Selain kepiting saus padang, kepiting rujak juga jadi menu andalan kami yang banyak dicari pelanggan. Menu ini hasil eksperimen koki kami sendiri,” kata Evi Ernawati, istri pemilik Raja Kepiting.
Harga sajian kepiting ini bervariasi, tergantung jenisnya. Untuk, kepiting super dengan berat antara empat ons hingga setengah kilogram dihargai Rp 10.000 per ons. Sementara itu, kepiting jumbo dengan kisaran berat lebih dari setengah kilogram dipatok Rp 12.000 per ons. Lain lagi dengan harga kepiting telur yang memberi kenikmatan sendiri bagi penyantapnya, yaitu Rp 17.000 per ons.
Selain jenis kepiting super, jumbo dan telur, ada satu jenis kepiting lagi yang layak diberi predikat kepiting dengan kenikmatan fantastis, yakni kepiting soka. Buat Anda yang belum familier dengan kepiting jenis ini, kepiting soka adalah kepiting muda yang sedang berganti cangkang. Jadi kulit cangkangnya relatif lunak sehingga jika digoreng garing maka hampir semua bagian kepiting soka bisa dimakan.
Kunci dari keistimewaan seafood, khususnya kepiting dan udang sebenarnya terletak pada kesegaran bahan baku. Itu sebabnya, di banyak restoran seafood, pemakaian bahan baku yang kurang segar atau terlalu lama disimpan, biasanya dihindari karena bakal berpengaruh pada citarasa masakan.
“Hidangan seafood di tempat kami memang tergolong sederhana, tapi kami selalu menjaga kesegaran dan kualitas bahan baku. Sehingga saat dimasak dengan bumbu sederhana, rasa asli dari seafood lebih terasa,” kata Mustofa, anak pemilik warung seafood Pak Petruk di Jl Gajah Mada, Solo.

Sumber : solopos
marzano, loewy, table8

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Twitter Updates

%d bloggers like this: