//
you're reading...
Kuliner International

Perpaduan Hidangan Kanton dan Hongkong

INGIN menikmati menu Kanton nan lezat tak harus jauh-jauh ke Negeri China. Di Indonesia, menu ala Kanton pun mudah dijumpai. Salah satunya di Yan Palace, Jakarta.

Seperti halnya hidangan Indonesia, khasanah kuliner China juga tak kalah banyaknya. Hampir setiap daerah memiliki keunikan kuliner tersendiri. Salah satu daerah di China yang populer dengan kelezatan menunya adalah Kanton. Konon, masakan Kanton merupakan hasil pengembangan dari masakan Hong Kong. Jadi, tidak heran jika cita rasa ala Hong Kong sedikit hadir pada masakan Kanton.

Menu Kanton terdiri atas beragam hidangan dengan berbagai cara memasak. Di antara berbagai cara dan teknik memasak, menu tumisan menjadi ciri khas menu Kanton ini. Yang juga menjadi ciri khasnya adalah cita rasa masakan yang halus dan ringan. Selain itu, teknik memasaknya pun selalu mengandalkan api besar, namun dimasak dengan waktu yang sebentar. Teknik ini digunakan untuk menonjolkan kesegaran bahan makanan yang diracik, terutama pada saat memasak sayuran.

Salah satu restoran yang menyajikan hidangan Kanton adalah restoran Yan Palace yang terletak di Mezzanine Floor Hotel Santika Premiere Jakarta. Restoran yang kental dengan suasana dan dekorasi elegan bergaya China ini menyajikan aneka masakan Kanton. Menu-menu tersebut dihidangkan dalam menu ala cartedan set menu. Beragam menu pembuka hingga menu penutup siap tersaji untuk para pencinta masakan Kanton.

Semua hidangan lezat ala Kanton dihasilkan di dapur berkonsep “open kitchen” . Salah satu koki dari Hotel Santika Premiere Jakarta, Samudji menuturkan, segala menu masakan di sini semuanya nikmat. Tapi yang difavoritkan, antara lain daging sapi dengan saus merica hitam. Dalam menu ini, Samudji meracik irisan daging sapi yang dipotong cukup besar dengan saus pedas khas yang dibuat dari merica hitam.

“Pedasnya berbeda dengan pedas yang lain. Karena untuk penambah rasa pedas kita menggunakan merica hitam, bukan cabai. Sensasi pedas lada hitam inilah yang membuat menu ini memiliki cita rasa pedas yang beda,” ucapnya.

Sentuhan seni dalam penyajian hidangan juga menjadi ciri dari masakan yang satu ini. Salah satu masakan yang kerap ditata dengan sentuhan seni sehingga memiliki tampilan indah dan bercita rasa tinggi ialah kung pow chicken. Dalam penyajiannya, menu ini ditata di dalam mangkuk yang terbuat dari irisan kentang yang sudah diolah dan terbentuk menjadi mangkuk. Paprika merah dan hijau juga irisan cabai merah kering pun mempercantik hidangan ini.

Tidak kalah dengan tampilannya, rasanya pun lezat. Ayam yang diiris dengan bentuk kotak yang cukup besar ini pun wajar bila menjadi makanan yang difavoritkan oleh pengunjung di restoran berkapasitas 76 orang ini. “Menu kung pow chicken ini, perpaduan antara menu Kanton dan Hong Kong,” tandas Samudji.

Menu lain yang bisa Anda coba di sini adalah ikan gurame sambal bawang. Gurihnya ikan yang dimasak hingga garing ini makin sempurna dengan rasa pedas sambal bawang yang menjadi pelengkap hidangan. Sambal bawang ini dibuat dari bawang putih yang digoreng kering hingga crispy, dan diolah dengan irisan cabai. “Kalau menu yang ini perpaduan antara masakan Kanton dan masakan lokal, karena di sini banyak juga pengunjung lokalnya,” tutur Samudji.

Khusus untuk hidangan penutup, Yan Palace menyajikan hidangan yang beraneka ragam seperti chinese pancake with lemon orange sauce and ice cream. Namun, yang tidak boleh Anda lewatkan adalah almond bean curd dengan lengkeng dan leci.
Menu ini terbuat dari agar-agar. Uniknya, rasanya mirip seperti kembang tahu, unik dan lezat. Keunikan rasa ini merupakan perpaduan sempurna rasa manis agar serta buah-buahan, seperti lengkeng dan leci.

Selain itu, sago cream dan melon juga menjadi satu sajian penutup yang menyegarkan yang sayang jika dilewatkan. Hidangan penutup ini terdiri atas sago berbentuk mutiara yang tersaji dengan buah melon dan semangka. Tentu saja rasanya bakal membuat Anda ketagihan.

“Kedua hidangan penutup itu juga masih menjadi perpaduan antara hidangan Kanton dan Hong Kong,” ucapnya.
(okezone). laguna, sushi tei, tamani

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: