//
you're reading...
Kuliner Nusantara

Petualangan Rasa dalam Atmosfer Nostalgia

Kawasan Kelapa Gading di Jakarta Timur semakin menebar pesonanya sebagai sebagai surga wisata kuliner. Di kawasan ini, Anda bisa menemukan jenis makanan apa saja.

Satu lagi tempat yang patut dijelajahi adalah Eat & Eat Food Market di Mal Kelapa Gading (MKG) 5. Pusat makanan yang dibuka dua tahun lalu ini menawarkan petualangan kuliner baru.

Area seluas 2350 meter persegi di food court MKG 5 tersebut disulap menjadi tempat makan bernuansa pasar tradisional seperti di Pecinan. Masing-masing stan makanan dirancang persis warung tradisional. Bagian depan warung dihias karung-karung atau keranjang berisi bahan masakan seperti beras, kentang dan sebagainya. Sehingga kesannya lebih nyata. Sebagian meja dan kursinya makan pun didesain seperti kursi warung yang memanjang tanpa sandaran.

Pengelola Eat & Eat, Iwan Tjandra, menjelaskan, konsep tempat makan ini terinspirasi dari suasana pasar tradisional Cina tempo dulu. Menurut Iwan, konsep semacam ini sudah banyak muncul di luar negeri, terutama Singapura yang juga merupakan salah satu surga wisata kuliner di Asia Tenggara.

“Dengan konsep makan seperti ini, orang tidak hanya datang untuk makanannya, tapi juga memperoleh pengalaman makan yang berbeda. Sesuai tagline kami Creating Food Adventure,” ujar Iwan.

Memasuki area Eat & Eat, Anda bisa merasakan aura tempo dulu yang kental. Sebagai penyambut tamu di bagian depan, terdapat kedai Kopi Lay yang nuansanya begitu khas warung kopi Cina. Di bagian depan warung dijajakan jajanan khas masa lalu seperti permen cicak, cokelat koin, dan sebagainya. Sehingga orang yang datang merasakan suasana nostalgia yang kental.

Eat&Eat

Dijelaskan Iwan, warung kopi semacam ini memang banyak ditemukan di lingkungan masyarakat Cina. Biasanya, di warung semacam ini, orang menikmati segelas kopi harum bersama roti bakar yang masih hangat.

Bukan cuma desainnya yang bernuansa tempo dulu. Iwan begitu total ingin menampilkan suasana masa memperkuat konsep interior Eat & Eat. Tak segan ia menjelajah pasar loak di seantero nusantara hingga ke luar negeri.

Di wilayah dengan pengaruh etnis Cina yang kuat seperti Pontianak atau Pulau Bangka, Iwan menemukan berbagai macam benda unik. Ia juga secara khusus membawa becak dengan desain khas Pekalongan serta delman dari Yogyakarta untuk pajangan.

Bagian atasnya tergantung lampion-lampion dengan perpaduan warna merah dan emas. Sangkar burung yang terbuat dari kayu juga menggntung manis dihiasi kain merah, membuat atmosfer pecinan semakin kental.

Perlu waktu sekitar empat bulan bagi Iwan untuk mengumpulkan benda-benda tersebut dan menatanya dengan nilai seni tinggi. Hasilnya, sangat menyenangkan untuk dilihat. Tak jarang, para pengunjung yang datang untuk makan pun memanfaatkan tempat itu untuk berfoto.

Untuk makanan sendiri terdiri dari 45 macam pilihan booth. Makanan yang terdapat di area ini merupakan makanan pilihan dan hanya khas Pecinan.

Tahu pong gimbal telur

Pilihannya cukup beragam, seperti Singapore Hainam Chicken Rice, Siomay Bandung, Nasi Goreng Udang, Raja Gurame, Tahu Tek-tek dan masih banyak lagi.

Babat gongso

Minuman yang disajikan pun tidak terdapat minuman bersoda karena konsisten dengan konsep pecinan. Hanya teh kemasan, jus, air mineral serta minuman tradisional lainnya yang disajikan di gerobak aslinya. Seperti minuman buah lontar, es cincau hijau, kopi Lay, dan banyak pilihan lainnya. Cocok bagi Anda yang ingin makan sambil dimanjakan suasana nostalgia.
* Vivanews
coffee bean, sushi tei, tamani

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: