//
you're reading...
Kuliner Nusantara

Chef Wildan: Tak Henti Menggali Ilmu Hidangan Barat

Banyak tamu lokal dan asing terbuai dengan tampilan cantik plus rasa lezat hidangan Barat yang dibuatnya. Hidangan Barat yang terlihat simple justru menantangnya untuk terus menambah ilmu. Apa yang menjadi impiannya di dunia kuliner?

Menemui chef yang bernama lengkap Wildan Sukirdan ini memang harus tepat waktu. Di hari Jum’at malam dan akhir pekan saat sebagian orang menikmati hari libur sang chef justru bekerja lebih lama apalagi jika banyak tamu penting yang bersantap di The Peak Resort Dining tempatnya bekerja sejak tahun 1999.

Sore itu di sela waktu istirahatnya sang chef bercerita banyak soal perjalanan karirnya. Selepas dari NHI Bandung di tahun 1988, chef Wildan pun memulai petualangan dengan bekerja di berbagai tempat seperti Jakarta, Sumatra, Kalimantan hingga menjalain pelatihan di Singapura hingga berkerja di kapal pesiar di Asia dan Eropa.

Secara khusus ia lebih tertarik berkerja di restoran dari pada hotel. “Karena di restoran lebih banyak tantangan dan kesempatan untuk membuat eksperimen,” demikian alasannya.

Dalam perjalanan mencari pengalaman itulah ia menemukan daya pikat hidangan Barat atau western food. “Buat saya hidangan Barat lebih mudah dan menarik karena tak perlu memakai beragam bumbu, asal bahan utamanya bagus dan diolah dengan tepat akan jadi makanan enak. Waktu menyiapkan dan memasaknya pendek tetapi orang dengan passion menikmatinya. Kalau hidangan tradisional harus benar-benar memahami campuran bumbu dan teknik memasak dengan benar,” demikian cerita pria yang juga bapak dari 3 orang anak ini.

Dengan pengalaman bekerja selama 15 tahun meracik makanan Barat dan mempunyai atasan orang asing, chef Wildan makin mantap dan yakin akan hidangan Barat yang dipilih sebagai spesialisasinya.

Berkarier di bidang kuliner sangat jauh dari impiannya. Keluarga yang sebagian besar berkarir di bidang militer, membuatnya juga mematok cita-citanya untuk menjadi tentara. Namun, setelah bertumbuh dewasa cita-cita itupun meredup.

“Saya lihat semua keluarga karirnya di bidang militer maka saya ingin mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. Saya ingin bisa bergaul dengan banyak orang dan berbagai bangsa karena itu saya memilih kuliner sebagai karir saya,” cerita chef yang senang mencari teman baru ini.

Bidang kuliner yang diamati ternyata tidak seperti cerita yang didengarnya. Dunia kuliner justru tidak identik dengan wanita dan bukan monopoli wanita. Karena itulah chef yang sehari-hari bertanggungjawab penuh atas resto dengan kapasitas 280 tempat ini, makin serius menekuni bidang kuliner.

“Saya masih menyimpan keinginan untuk mempelajari food technology juga tentang nutrisi. Jadi saya akan paham tentang kandungan nutrisi makanan dan menguasai segala hal tentang kuliner,” tegasnya memaparkan impiannya.

Meskipun memiliki jadwal kerja yang padat, chef Wildan masih bisa meluangkan waktu untuk menyalurkan hobby, travelling ke luar kota Bandung atau bertemu teman-temannya. “Dunia kuliner membuat saya bisa bertemu dengan banyak teman dan belajar banyak hal,” tegas chef yang selalu mencari makanan Padang sebagai makanan favoritnya.

Khusus untuk pembaca detikfood, sang chef memberikan resep Cube Roll Beef dengan saus pesto yang ditata cantik dan memikat ini.
* detikfood
coffee bean, nelayan restoran, loewy

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Twitter Updates

%d bloggers like this: